Welcome


WELCOME TO CORETAN PASCAL
Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts
Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts

Friday, 25 August 2017

Yakin Sudah Move On ?!

Mungkin banyak diantara kalian yang sering merasa begini, gw ini kan udah lama putus sama mantan gw tapi kenapa sih masih ada bayangan mantan, masih suka teringat sama dia ? cieee inget mantan, jadi gw coba melakukan sedikit penafsiran dengan coba mengupas secara tuntas sebenarnya move on itu apa sih, dan setelah gw pelajari ini, tiba-tiba aja pengen banget ngeshare apa yg gw temuin ini sama kalian, ada beberapa kesalahan yang sebenernya sepele sih tapi fatal, bukannya lupa tapi malah makin keinget mantan ahahahahaha....

Pertama kita artikan dulu kedalam bahasa Indonesia apa arti move on, setelah gw ketik kata move on di google translate dan dapet terjemahan dalam bahasa Indonesia move on itu artinya berpindah, atau bisa diartikan bergerak, ok kita sudah tahu nih arti move on kan, kemudian tahu ga sih kira-kira apa yang buat "move on" kalian selalu gagal dan malah makin susah untuk lupain mantan ? sepele sih, saat kita ingin berpergian dari tempat satu ke tempat yang lain apa yang terjadi jika kalian berangkatnya secara terburu-buru ? pasti ada yang ketinggalan, iya ga ?! Jadi move on itu ibarat kita mau pergi ketempat baru dari tempat yang lama, kita gausah pergi buru-buru, santai saja dan ingat-ingat kembali apa yang perlu dibawa dan apa yang harus ditinggalkan jika tidak diperlukan, buat apa kan hal-hal yang gak perlu kita bawa ?! Bikin berat aja, hhmmm apa kaitannya dengan "move on" ? Jadi gini loh para pembaca, hubungan kalian dengan mantan itu sama kaya barang itu tadi, ketika kita putus dengan mantan dan ingin memulai sebuah hubungan baru kalian harus memilah secara bijak apa saja yang bisa kalian bawa untuk memulai sebuah hubungan baru dan apa saja hal yang perlu kalian tinggalkan agar nanti tidak merusak hubungan baru yang akan kalian jalani, untuk contoh misalnya hal apa saja yang perlu kalian bawa dan tinggalkan untuk memulai sebuah hubungan yang baru itu relatif karena setiap orang punya kisah cinta yang unik dan berbeda satu sama lain, gw gatau kisah kalian jadi kalian timbang-timbang aja sendiri yah apa-apa saja itu, tapi inget jangan bawa perasaan sama mantan apa lagi bawa barang pemberian mantan, balikin itu woyyyyy, ahahahaha.... Jadi intinya sih move itu bergerak, jadi kalian bergerak secara perlahan gausah terburu-buru, inget kalimatnya apa ? MOVE ON, bukan RUNNING ON ahahaha...

Kemudian,kita suka ga ikhlas dan ga bisa memaafkan orang lain, bahkan diri sendiri, jadi kita harus bisa ikhlas memaafkan diri sendiri dan kemudian memaafkan orang lain, jadi begini, setelah putus sama mantan kita kadang depresi dan dilanda rasa bersalah dan selalu saja muncul pertanyaan seperti ini, kenapa sih dulu gw suka sama lo? kenapa sih dulu gw tuh jadian sama lo ? kenapa dulu mau sama lo ? kenapa lu dulu suka sama gw ? kenapa dulu lu manis sekarang jahat sama gw ? iya kan sering begitu kan ? ngaku dah !, apa lagi buat kalian yang masih dalam masa-masa abg sekarang. Udah jangan permasalahin itu guys, yang lalu biarlah berlalu, perasaan suka dan benci itu wajar kita manusia, jadi kalo emng pada akhirnya mengakhiri sebuah hubungan yang mungkin awalnya tidak terbayangkan akan berakhir jangn pernah salahkan perasaan kalian, perasaaan cinta itu satu-satunya anugerah dari Tuhan yang bisa dengan mudah membuat manusia merasa sangat bahagia, jika kalian menyalahkan perasaan sedangkan perasaan itu dari Tuhan dengan tidak sengaja kalian juga ikut menyalahkan Tuhan yang telah memberi perasaan itu, dosa kan berburuk sangka sama Tuhan. Memaafkan diri sendiri itu sederhana kok, intinya kalian hanya perlu pemikiran terbuka, berpikir positif dan legowo. Terdengar mudah kan ? tapi kenyataannya emang kadang agak sulit, tapi meski sulit apa salahnya berlatih dan terus mencoba, ingat pepatah lan bisa karena biasa. Setelah kalian bisa menerima dan memaafkan diri sendiri, barulah kalian bisa belajar memaafkan orang lain dari situ. Mungkin sedikit contoh memaafkan diri sendiri itu bagaimana, gini deh misal kita kalian pergi ingin pergi ke mall karena ada diskon dari jam 10-12 yang ada hanya dalam setahun sekali, tapi kalian terlambat gara-gara kalian bangun kesiangan karena semalam bergadang nonton drama korea yang padahal nontonnya streaming bisa ditonton lain waktu, jangan lah kalian kesal dan marah-marah sendiri karena itu, itu karena kesalahan kalian sendiri, coba ambil hikmahnya dengan berpikir positif dan terbuka agar hal buruk itu tidak terjadi lagi karena kesalahan kalian sendiri, kurang lebih seperti itu.

Terus apa lagi yah ? oh iya ini yang terakhir, kalian harus tau obat paling mujarab untuk orang yang patah hati itu apa, obatnya apa ? gw dulu pernah nonton acaranya om mario kalo kalian masih inget, dia sering bilang begini, obat paling mujarab untuk orang yang sedang patah hati itu apa ? "jatuh cinta lagi". 

Jadi gimana setelah membaca ulasan gw tadi ? Yakin Sudah Move On ?! Semoga bermanfaat yah hehehe.. sampai jumpa ditulisan berikutnya.

Monday, 28 April 2014

Jika Aku Seorang Caleg



Jika aku seorang caleg, yang pertama akan aku lakukan adalah memasang iklan dengan tulisan nama yang besar-besar, kenapa ? Agar mudah diingat oleh masyarakat ketika waktu pemuluhan nanti, soalnya dalam kertas pemilihan yang terdapat kan hanya nama saja (kecuali DPR).
Terlepas dari masalah pencalonan, iklan, banner, spanduk, kampanye, dan lain sebagainya, yang terpenting bagaimana kita bisa dengan bijaksana mengerti dan memahami dengan benar apa yang sebenarnya pemilih (masyarakat) inginkan. Mayrakat sekarang sudah cukup pintar dalam pemilihan, kebanyakan dari mereka sudah mulai bisa dengan bijak memilih siapa yg bakal jadi pemimpin mereka. Mengapa tidak ? di era pemberitahauan ini, informasi sekecil apapun bukan lagi menjadi hal tabu dan sulit.
Masyaralat ingin yang bersih, jujur, dan tentu tegas dalam memimpin. Mereka lebih suka pada sosok yang mau mendengar dan kemudian dengan bijak mencari solusinya daripada dengan mereka yang hanya bisa menunda-menunda sebuah permasalahan. Korupsi !! jangan pernah lupakan itu !!
Kembali dalam pembahasan, andai aku menjadi seorang caleg aku tak akan janjikan hal yang muluk-muluk, hal yang terlalu besar, hal yang dengan enak diucapkan namun kenyataannya sulit direalisasikan. Aku hanya akan beri kejujuran, keberaniaan, keterbuakaan, dan loyalitas sebagai seorang pemimpin. Aku siap memberikan telingaku untuk mendengar apa keluhan mereka, dan kemudian duduk dalam sebuah teras untuk bersama-sama mencari solusi paling bijaksana untuk kita.
Yang terpenting dari seorang pemimpin adalah pelayanan, jangan harap ketika kamu menjadi seorang pemimpin, akan ada banyak pelayan yang melayanimu, bukan seperti itu seharusnya, pemimpin iyalah pelayan warganya, kita harus berikan pelayanan terbaik agar mereka bisa percaya kepada kita, jika hubungan dan kepercayaan sudah saling erat dan terjalin dengan baik maka sebuah sistem akan begitu mudah dijalankan. Sistem itu 80% nya sangat sulit untuk dijalankan, sulit berjalan dengan efisien jika tanpa kepercayaan, namun jika telah mendapat kepercayaan 80% ini akan tidak begitu sulit berjalan, dan 20% sisanya akan dengan mudah dan sendirinya mengalir tanpa ada pemaksaan.
Untuk mendapat semua kepercayaan itu, kita harus menjadi seorang pemimpin yang bersahaja, bijak, berwibawa, tegas, berani, jujur, dan tentu bisa dipercaya. Kita harus bisa menjadi seperti pohon yang ketika orang-orang butuh mereka tahu mereka harus pergi kemana, sebab pohon tidak akan pernah berpindah tempat, memberi tanpa ada niat sedikitpun mendapat balasan, dan jadilah pohon yang rindang agar semua orang dapat bernaung dibawahnya. Jadi jika aku menjadi seorang caleg aku tidak akam menjanjikan hal yang terlalu tinggi, hanya kejujuran, keberaniaan, keterbuakaan, dan loyalitas sebagai seorang pemimpin.

Sunday, 30 March 2014

Kisah Margonda


Pernah berkunjung ke Depok, Jawa Barat? Memasuki kota di pinggiran selatan Jakarta itu, sebuah jalan utama akan menyambut Anda. Jalan Margonda menjadi gerbang utama memasuki kota yang dikenal dengan buah belimbingnya.

Hampir semua aktivitas perekonomian tumplek di jalan itu. Dari kantor pusat pemerintahan, terminal bus, stasiun kereta api, rumah sakit, berbagai kampus perguruan tinggi, sekolah, kantor Polres, perumahan, hotel, berbagai pusat kuliner hingga mal-mal. Singkat kata, semua isi kota Depok ada di jalan ini.

Tapi, tahukah Anda siapa Margonda yang menjadi nama jalan tersebut?

Menelusuri sejarah Margonda berarti kembali ke masa-masa revolusi saat peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Wenri Wanhar, penulis buku 'Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955' menyebut Margonda adalah nama seorang pemuda yang belajar sebagai analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor. Lembaga ini dulunya bernama Analysten Cursus. Didirikan sejak permulaan perang dunia pertama oleh Indonesiche Chemische Vereniging, milik Belanda.

Memasuki paruh pertama 1940-an, Margonda mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling, atau Departemen Penerbangan Belanda. Namun tidak berlangsung lama, karena 5 Maret 1942 Belanda menyerah kalah, dan bumi Nusantara beralih kekuasaannya ke Jepang. Margonda lantas bekerja untuk Jepang.

Saat Jepang takluk dengan bom atom Amerika di Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945, Margonda ikut aktif dengan gerakan kepemudaan yang membentuk laskar-laskar. Margonda bersama tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan Depok mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor.

Sayangnya, umur Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Margonda relatif singkat. Mereka pecah dan anggotanya bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS dan kelompok kecil sejenis lainnya.

Sementara itu, wilayah Depok sejak lama menjadi 'daerah istimewa'. Wilayah ini dikuasai oleh tuan tanah asal Belanda yang bernama Cornelis Chastelein. Dia merupakan rombongan awal orang Belanda yang datang pada masa awal kolonisasi VOC di Jawa.

Sejarah juga menyebut, Depok sudah lebih dulu merdeka sejak 28 Juni 1714. Mereka punya tatanan pemerintahan sendiri yakni Gemeente Bestuur Depok yang bercorak republik. Pimpinannya seorang presiden yang dipilih tiga tahun sekali melalui Pemilu. Chastelein mewariskan seluruh tanahnya kepada 12 marga budaknya yang berasal dari berbagai Indonesia dan memerdekakan mereka dalam wasiat yang dibuatnya sebelum meninggal.

Meski bermuka pribumi dan berkulit coklat, 12 marga dan keturunan mereka bergaya hidup seperti orang Eropa, buah didikan sang tuan. Mereka inilah yang disebut sebagai 'Belanda Depok'. Sehari-hari mereka menggunakan bahasa Belanda.

Kembali ke masa revolusi, banyaknya kelompok kecil laskar dan para pejuang berakibat petaka bagi para Belanda Depok itu. Pada 11 Oktober 1945, meletus peristiwa Gedoran Depok. Depok diserbu para pejuang kemerdekaan. Para pejuang menilai orang Depok tidak mengakui kemerdekaan Indonesia.

Depok pun dikuasai para pejuang. Kantor Gemeente Bestuur berubah fungsi menjadi markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) batalyon ujung tombak Jawa Barat pimpinan Ibrahim Adjie.

Sayangnya, dalam peristiwa itu, jejak sejarah Margonda tidak tercatat. Yang pasti, beberapa hari kemudian, pasukan NICA yang datang membonceng Sekutu menyerbu Depok untuk membebaskan orang Depok yang ditawan TKR. Pejuang berhasil dipukul mundur. Tawanan wanita dan anak-anak Depok dibebaskan, dibawa ke kamp pengungsian di Kedunghalang, Bogor.

Memasuki bulan November, para pejuang yang tercerai-berai kembali menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. Mereka menyusun sebuah serangan yang menggunakan sandi 'Serangan Kilat'. Pasukan NICA kelabakan tapi Depok gagal direbut pejuang. Kedua pihak mengalami korban yang banyak.

Saat peristiwa itulah, keberadaan Margonda kembali muncul. Di antara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda gugur 16 November 1945 di Kali Bata, Depok daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sungai yang bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.

Nama Margonda tercatat di Museum Perjuangan Bogor bersama ratusan pejuamg yang gugur. Semasa berjuang, Margonda berkawan dekat dengan Ibrahim Adjie dan TB Muslihat. TB Muslihat senasib dengan Margonda. Dia gugur dalam pertempuran. Pemerintah Bogor membangun patung TB Muslihat di Taman Topi, sekitar stasiun Bogor. Sementara Ibrahim Adjie, berhasil selamat. Dia berkarir menjadi tentara dengan jabatan akhir Pangdam Siliwangi.

Sejarawan UI JJ Rizal yang dikonfirmasi merdeka.com, mengaku tidak tahu alasan pemerintah Bogor menjadikan jalan utama di Kota Depok menggunakan nama Margonda. Depok dahulu adalah kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor

"Soal pemberian nama jalan, kan semata-mata bukan urusan sejarah. Lebih kepada politik. Selama ini, banyak nama tentara yang dijadikan nama jalan meski bukan berasal dari daerah itu. Misalnya para tokoh pahlawan revolusi yang menjadi jalan di berbagai wilayah," kata Rizal.

"Seingat saya, nama Jalan Margonda sudah ada sejak 1980-an," tandasnya.

Indonesia, Krisis Jati Diri



Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan kepribadiaan, itu mungkin karena bangsa ini terdapat banyak suku dan budaya. Meskipun terdapat banyak sekali suku dan budaya namun Indonesia adalah negara kesatuan yang sangat menjujung tiggi persatuan dan kesatuan. Lain dulu lain sekarang, mungkin dulu memang seperti itu namun sekarang kalimat itu hanya seperti sepenggal lyric lagu yang telah dilupakan banyak orang. Dahulu memang negara ini negara yang kokoh dengan persatuan dan kesatuan sebagai pondasinya. Dizaman dulu memang negara kita tercinta ini sangat ditakuti dan disegani oleh seluruh bangsa didunia, namun sekarang itu hanya seperti sebuah legenda yang hanya untuk dikenang. Jangankan ditakuti, dikenal saja tidak, ini memalukan. Negara kita dulu seperti harimau yang sangat ditakuti dengan taring dan cakar tajam yang siap menerkam kapanpun dan siapapun yang mencoba mengusik kita, semua itu tidak lain tidak bukan karena persatuan dan kesatuan kita yang memang tidak terkoyahkan. Zaman telah memasuki era modern dan era globalisasi, semua budaya bebas masuk kesana kemari, informasi berkeliaran bebas, semua orang bisa mengakses semua itu dengan bebas. Mungkin saja hal itu yang menyebabkan budaya kita tercampur aduk dengan budaya lain, memang bagus jika kita mau terbuka pada budaya lain dan mengambil setiap hal positif dari setiap budaya luar yang kita pelajari. Namun pada kenyataannya budaya yang masuk kedalam negeri tercinta ini bebas tanpa proses penyaringan yang sesuai, semua yang masuk entah negatif ataupun positif kita ambil begitu saja. Mungkin karena informasi dan budaya terlalu bebas keluar masuk, atau proses penyaringannya yang sangat buruk. Akibat semua itu, kita sudah sulit membedakan budaya negara yang original dan budaya yang campuran entah adaptasi atau pure budaya luar. Pornografi, sex, drugs, antisocial, semua budaya negative itu ikut terbawa, padahal negara Indonesia dahulu dikenal sebagai negara yang santun, ramah, dan sopan namun sekarang ?! Akibat pencampuran-pencampuran yang berdampak negatif kita tidak lagi bisa mengenali siapa kita sebenarnya, apakah kita Timur ? Ataupun Barat ? Kita boleh saja mengambil adat ketimuran yang santun, dan boleh juga mengadaptasi semangat berkobar kebaratan, namun tetap harus diingat bahwa kita bukan barat, bukan juga timur, tapi kita satu kesatuan utuh yang tak terpisahkan, kita Indonesia !! Jika semua orang yang ada dinegeri ini mengerti akan arti dan makna dari kalimat itu, kita pasti jadi bangsa yang kuat. Namun kenyataannya, kesadaran berbangsa dan bernegara para pemuda Indonesia telah melemah, moral dan kepribadian kita telah dijajah oleh bangsa luar dengan mudah. Mereka mencoba merebut kebebasan kita lagi, namun tidak secara nyata dan terang-terangan lebih melalui cara yang manis dan terselubung. Game online, situs-situs pornografi, konten dewasa yang bebas dijelajahi, perusahaan dagang, dan lain sebagainya, ini benar-benar sebuah ancaman besar yang terselubung. Namun ada hal yang lebih disayangkan, bukan hanya orang luar yang berlomba-lomba menjajah dan menggobrak-abrik bangsa kita tercinta ini, tapi orang dalam sendiri juga mulai menggrogoti aset milik negara sendiri, apa yang mereka pikirkan ? Mereka merusak moral bangsa sendiri dengan memakan hak yang bukan miliknya, hati mereka tidak lebih besar dari perut mereka. Apa yang harus dibenahi ? Moral sudah terlanjur bobrok, kepribadian terlanjur anjlok !! Kalo sudah begini, siapa yang salah ? Satu persatu mencari-cari kesalahan setiap orang, berlomba – lomba menyataakan kebenaran, kamu !! kamu !! mereka !! dia !! siapa ?! kita saling tuduh, saling berburuk sangka, saling menghujat, padahal kita satu bangsa, satu nenek moyang dan satu tetua. Solusinya kita harus bangun lagi persatuan, bangun lagi budaya kita, bukan salah pemerintah, bukan salah warga, pemimpin, atau lainnya. Ini salah kita yang tidak mepunyai rasa persatuan, kita yang tidak punya kesadaran akan pentingnya kesatuan, kita harus pupuk lagi semua rasa itu agar kita kembali menjadi bangsa Indonesia yang satu, kuat, dan ditakuti. Bersama kita kembalikan Indonesia ke Indonesia.

Saturday, 29 March 2014

Air

Aku bingung mau nulis apa ? Karena jujur kita belum pernah berjumpa sama sekali. Apalah arti sebuah perjumpaan, kamu tiba-tiba datang dan menawarkan sebuah persahabatan. Apa ya ? mungkin seperti sudah lama tak melihat kebahagiaan, mungkin juga seperti bertemu dengan seorang malaikat penyelamat, memang tidak banyak, memang tidak begitu tampak yang kau beri, tak juga berupa sesuatu yang mahal, tapi semua itu lebih dan berarti. Kebahagian itu seperti sepenggal kalimat yang selama ini hilang dalam hidup aku, seperti sepenggal lyric kecil lagu yang dilupakan, namun datang bersama dengan kamu. Semua berlangsung begitu cepat, berjalan sebagaimana mestinya, dan waktu masih terus berputar, yang berbeda hanya aku punya kamu yang selalu bisa membuatku merasa senang. Entah, mau kamu dari mana, mau kamu siapa, atas dasar apa pertemuan kita ini, aku ga pernah peduli, yang aku tahu kamu baik dan teman yang bisa dipercaya.
Kamu datang dengan semua kekonyolanmu, dengan semua sikap egois mu, dengan semua pribadi diam mu, dengan semua keberanianmu, semua itu membuat aku merasa nyaman saat berbincang denganmu, meski perbincangan kita kadang terlihat konyol, kadang terlihat membosankan, kadang sangat menyenangkan, dan tak jarang juga mengecewakan, tapi sungguh ga pernah ada waktu yang terbuang percuma saat kita berada dalam sebuah perbincangan, semuanya sangat menyenangkan.
Seperti halnya api yang membenci air, tapi pengecualian untuk air yang satu ini. Kamu teman terbaik aku untuk saat ini, belum pernah aku merasa nyaman seperti saat kita sedang berbincang, belum pernah aku bahagia seperti sekarang ketika kita berteman.
Aku bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, bukan sesuatu yang memiliki segalanya, aku tak punya hal besar untuk dijanjikan, tapi aku punya kesetian, punya hati yang bisa dibagi. Aku janji, aku akan jadi pohon untuk kamu, yang dimana ketika kamu butuh datang saja, aku masih ditempat yang sama tak akan berpaling kemanapun. Aku janji.
Oh ya tau ga ? suaramu itu seperi sebuah lullaby indah dimalam hari, aku selalu dengar suaramu ketika hampir tiba batas lelah ku, merdu dan menenangkan hati. Layaknya lantunan syair dari surga membuatku terbang bersama sejuta kebahagiaan, seperti sebuah sihir yang menghipnotisku masuk dan hanyut dalam kebahagiaan didalamnya, ini serius !! Terus dengar dan terlelap, sembari berharap dalam mimpi semoga nanti suatu saat kita dapat berjumpa dalam konteks yang lebih nyata dan menyenangkan. Satu lagi, semoga hubungan ini menjadi selamanya, lebih menyenangkan, dan………………..  :D  hhhmmm, dadah.  :p  

Sunday, 23 March 2014

Hati Seorang Guru

Guru adalah seorang yang mulia, dia yang telah memberikan banyak ilmu kepada kita sebagai seorang siswanya tentunya. Tak jarang mereka juga berbagi setiap pengalaman yang telah mereka dapat selama perjalanan hidupnya, hal itu yang menjadikan kita kaya akan fantasi tentang kehidupan yang sebenarnya diluar sana. Semua kenyataan itu tak pernah seperti apa yang sedang kalian alami, kalian masih kecil dan bersyukur belum merasakan betapa kerasnya dunia nyata diluar sana, kalimat itu sering banget saya dengar karena hampir semua guru mengucapkan kalimat seperti itu, meski dalam bahasa mereka masing-masing, terkadang frustasi, tak jarang malah menjadi sebuah motivasi tersendiri untuk menjadi yang terbaik. Namun mereka selalu memberi lebih, selalu memberi motivasi tersendiri untuk saya yang masih dalam proses pencarian jati diri ini, terkadang sering bimbang dan mengingkari diri sendiri akan keberadaan saya, namun mereka dengan sabar selalu memberi masukan kearah yang lebih baik, membimbing, mengajarkan, dan berbagi pengalaman, itu hal hebat yang seorang guru dapat lakukan.
Meskipun demikianlah seharusnya hati seorang guru, mereka harus ikhlas, sabar dan mau mebagi ilmu dengan niat menjadikan, mendidik, dan mangawasi mereka untuk menjadi manusia yang hebat dan berguna untuk semua, tak jarang juga dari beberapa hanya menginginkan jabatan, hanya menginginkan hormat, hanya menginginkan akhlak dan jabatan sebagai seorang pahlawan tanpa tanda jasa, namun tidak berbuat selayaknya guru yang mulia. Apa yang mereka kejar ? Saya heran mengapa mereka mendirikan kongsi dagang disebuah lahan pendidikan ? Apakah karena sekarang pendidikan itu adalah syarat mutlak sebuah keberhasilan dan hampir semua orang membutuhkannya maka mereka memanfaatkan keadaan ini sebagai sebuah peluang bisnis ?! Jadilah seorang wirausahawan jika ingin berbisnis. Hal seperti ini yang mencoreng citra mulia dari seorang guru yang sesungguhnya. Tugas ini sangat berat, ketika kita harus mengemban amanat dari semua wali murid, dan dituntut menjadikan mereka sesuatu yang berhasil dalam akademisi, sosial dan moral sebenarnya itu tujuan utamanya. Meski terdengar mudah da sederhana namun kenyataannya tak semudah membalik kedua tepak tangan. Butuh ketulusan hati, keikhlasan, kejujuran, kedisiplinan, dan pengalaman yang luar biasa.
Pendidikan sekarang berbeda dengan zaman dahulu, sekolah dimasa sekarang bukan seperti sekolah dimasa lalu. Saat mereka bergelar manusia berpendidikan pada zaman dahuli itu karena mereka benar-benar cerdas dan menerima semua ilmu yang telah diberikan gurunya dengan baik sehingga dapat menerapkan kekehidupan nyata, namun sekarang pendidikan hanya sebagai gengsi dan sebatas status sosial. Dahulu orang bersekolah karena haus akan ilmu, haus akan kebenaran, namun sekarang sekolah hanya jalan menuju sebuah pekerjaan melalui status semua dalam kertas yang kita kenal dengan istilah ijazah. Bukan seperti itu seharusnya kita menykapinya, disinilah peran guru sangat diperlukan, guru yang benar-benar tulus mengerti dan manyadarkan para muridnya dari doktrin negatif seperti tadi, disini guru harus mampu membuka hati, dan pikiran para siswanya, agar mereka tidak tersesat dalam kepalsuan yang kalimatnya terdengar menjajikan padahal kenyataannya itu menyesatkan.
Sungguh besar jasamu padaku sampai saat ini, engkau benar-benar mengemban tugas berat. Baktiku padamu.




HYMNE GURU

 Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa